Mengatasi Rasa Bosan Terhadap Anak-anak Ketika Sekolah Online

Mengatasi Rasa Bosan Terhadap Anak-anak Ketika Sekolah Online

Padahal, pembelajaran on-line bukan metode untuk mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan pula membebani siswa dengan tugas yang bertumpuk setiap hari. Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan ujungnya membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Rasa jenuh dan bosan dengan rutinitas terbatas selama pandemi, tentu pernah dirasakan semua orang.

Anak cenderung akan menggunakan handphone untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran dari tugas yang diberikan oleh guru. Sehingga akan membuat anak menghindari penggunaan gadget pada hal-hal kurang bermanfaat atau negatif. Seorang guru/pendidik hendaknya di dalam mengajar tidak hanya fokus pada materi pengetahuan saja. Seorang guru juga sebagai pendidik harus sering berkreasi dan berinovasi mengemas materi pelajaran, sehingga murid tidak merasa bosan dan selalu bersemangat dalam mengikuti setiap pembelajaran.

Orangtua harus mengenal anak masing-masing sehingga anak take pleasure in. Komunikasi dengan guru anak di sekolah juga bisa dilakukan untuk menganalisis cara belajar masing-masing anak. Misalnya dengan melakukan kombinasi waktu belajar on-line dengan aktivitas offline seperti latihan mengerjakan tugas saat bersama. Seperti, mendatangi siswanya di rumah atau membuat jadwal per minggu yaitu 1 kali pertemuan di sekolah untuk mengontrol siswanya yang belajar dari rumah. Atau Moms bisa mencarikan soal-soal terkait materi pelajaran yang ia pelajari saat ini di internet dan meminta anak menyelesaikannya, untuk kemudian dikoreksi dan dinilai. Jangan lupa memberi jeda istirahat agar anak tidak merasa tertekan.

Tambahkan tanaman hias untuk mempercantik ruangan dan bantal kursi agar couch lebih nyaman. “Jadi meskipun pembelajaran daring, kedisiplinan harus tetap dilakukan, terutama dalam melakukan kegiatan fisil yang berfungsi untuk menjaga kesehatan, mengurangi kebosanan anak serta mengurangi risiko stress,” pungkasnya. Pembelajaran jarak jauh adalah kesempatan bagi Anda untuk mendampingi anak saat belajar.

Pendidik dapat mengakses berbagai konten kreatif melalui media digital. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman terkait pemanfaatan teknologi informasi. Cobalah untuk memulai tahun ajaran baru dengan membuka dialog dengan guru anak kamu. Kesulitan dengan tugas sekolah dan tantangan teknologi merupakan beberapa alasan untuk menghubungi guru.

Apalagi bagi mereka yang anak-anaknya tidak diberikan fasilitas handphone ataupun laptop computer sendiri. Ya, aktivitas ini juga pasti bisa jadi kegiatan yang menyenangkan di rumah. Tidak usah yangribet.Misalnya, sambil berjemur pagi, Anda ajak si kecil menyapu halaman rumah dan mengumpulkan daun kering. Daun-daun kering ini bisa Anda kreasikan menjadi hiasan yang ditempel di kertas.

Mengatasi rasa bosan terhadap anak-anak ketika sekolah online

Anak akan merasa senang saat tugas-tugasnya bisa terselesaikan dengan baik. Mengembalikan semangat anak untuk belajar kembali adalah usaha yang sangat penting untuk dilakukan. Tanpa semangat belajar, anak-anak akan banyak tertinggal dan menjadi semakin panik saat fase belajar jarak jauh usai dan kembali masuk ke sekolah. Pembelajaran jarak jauh yang menggunakan berbagai aplikasi secara online Slot Online Terpercaya adalah hal baru bagi sebagian besar pelajar. Apalagi ketika pembelajaran offline belum boleh dilaksanakan sama sekali, dan mereka harus beradaptasi dengan pembelajaran on-line. Mereka dituntut untuk mempelajari beberapa aplikasi sekaligus memahami penjelasan guru by way of on-line.

Luangkan waktu untuk membaca bersama anak, misalnya selama 10 menit setiap hari. Anda bisa membacakan buku cerita atau meminta si kecil memilih bahan bacaan yang disukainya agar dia lebih semangat untuk menerapkan budaya ini. Namun, jika proses belajar yang dilakukan membutuhkan akses internet atau aplikasi perpesanan untuk berdiskusi dengan teman, maka kamu harus benar-benar mengetahui batasan dan tidak berlebihan melakukan hal tersebut. Penelitian menemukan bahwa minat dan ketertarikan dalam proses belajar akan membantu kamu berpikir lebih jernih, memahami lebih dalam materi yang dipelajari, dan mampu mengingat dengan lebih baik. Berikut cara mengatasi agar tidak emosi selama masa pandemi menghadapi anak bosan di rumah. Di masa pandemi pun, tidak hanya anak yang merasa bosan tetapi juga orang tua, hal ini sering membuat orangtua tidak bisa mengendalikan emosinya.

Memilih kursi kerja yang ergonomis atau sesuai anatomi punggung akan membuat kita nyaman duduk selama menyelesaikan pekerjaan atau mengikuti zoom meeting dengan kolega atau klien. Memiliki ruangan kerja khusus dengan satu set meja dan kursi yang nyaman juga memberikan kita privasi lebih serta menghindari gangguan tak sengaja ketika anak-anak bermain. Pilih meja kerja yang pas sesuai kebutuhan profesi yang kita geluti karena tentu kebutuhan seorang penulis buku akan berbeda dengan arsitek yang memerlukan meja gambar tersendiri. Namun, setidaknya pastikan meja yang kita pilih cukup untuk meletakkan perangkat PC atau laptop dan sarana komunikasi yang menunjang pekerjaan kita. Banyaknya aplikasi pembelajaran online yang dikembangkan untuk memudahkan pembelajaran jarak jauh seperti zoom meeting, Classroom, google kind dan CBT. Dengan memperbaiki mindset dan tujuan belajar, anak-anak akan lebih menikmati proses belajar.

Contohnya, anak usia 8-10 tahun memiliki waktu sekitar menit untuk berkonsentrasi. Supaya konsentrasi si kecil terjaga dan mereka tetap semangat, berikan waktu istirahat yang cukup. Dengan begitu mereka bisa menenangkan pikiran sembari melakukan kegiatan yang mereka suka, baik itu ngemil atau bermain permainan. Saat tenaga dan semangat nya sudah terkumpul kembali, mereka akan kembali fokus dan semangat untuk belajar kembali. Tentunya Guru harus memahami jika belajar online bukan mengajar on-line sesuai dengan judul tulisan ini.

Comments are closed.